Senin, 28 Oktober 2013

Tidak perlu memaksakan suatu kehendak, apalagi keyakinan

"Ini saja, ini yang bagus....."
"begini saja, begini yang baik"
"begitu saja, begitu yag benar"..... dst

Kata2 yang bernada "pemaksaan"........

Padahal tak perlu memaksakan segala sesuatu, mau itu baik, mau itu benar, mau itu salah dsb, toh setiap orang akan menanggung bebannya masing2, kalau saya "MASA BODOH" saja.

Kalau posisi saya sebagai seorang yang sedang disuapi, tentu saya akan membuka mulut saya kepada org yang saya memang ridho untuk disuapi oleh orang tersebut. Kalau posisi saya sebagai orang yang menyuapi, tentunya hanya orang yang ridho utk saya suapi yang membuka mulutnya.

Tidak perlu memaksakan suatu kehendak, apalagi keyakinan, seolah "MENJEJALKAN MAKANAN" ke dalam mulut orang, itu bukan gaya saya. Tinggal siapa yang mau ikut kita angkut, yang gak kita tinggalkan, selesai urusan. Tak perlu buang waktu mengurusi yang tidak ikut, sebab buat apa buang waktu percuma, lebih baik menyuapi walau hanya 1-2 orang namun bisa benar2 "KENYANG" daripada menyuapi banyak orang tapi gak ada yang kenyang.

Kalau diantara saudara2 sudah merasa mampu untuk membina murid, yah saya persilahkan untuk mengembangkan diri anda membina murid anda. Sama, saya juga sdng membina murid saya, walau hanya lewat FB ini, toh kalau Allah itu meridhoi itu bukanlah kemustahilan. Itu juga bukan perkara gampang, sebab engkau akan menerima serangan baik lahir maupun batiniah yang tidak nampak mata, juga caci maki bahkan di anggap sesat, kafir, menyimpang. Belum lagi tanggung jawab akherat, tentu saya akan dapat banyak beban kalau orang2 yang kubina menjadi menyimpang jalan, jangan dikira walau hanya lewat tulisan ini tak ada pertanggung jawaban. Allah itu gak buta, menyaksikan semuanya.

Salah besar, jikalau engkau mengira bahwa "kaki guru itu di atas pundak muridnya", malah sebaliknya, "pundak guru itu di bawah kaki muridnya". guru itu malah "terinjak" muridnya, sedang di bawahnya adalah "jahannam", menahan kobaran apinya, agar tak mengenai muridnya.

Karena saya mengerti hal itulah, saya mmng tdk pernah bercita-cita ataupun berhasrat utk jadi guru, namun krn saya dipaksaNYA lah akhirnya saya terima, mmng sudah jalan ceritanya seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar