"sujudlah
kepada manusia, jika tidak maka akan KUlempar dalam jahannam".... ada
dua pilihan bagi iblis, maka seseorang yang mencapai PUNCAK Ketauhidan
akan memilih masuk jahannam sama sekali daripada bersujud tunduk kepada
selain Allah.
Perihal iblis ini bisa diumpamakan seorang yang
ahli ibadah, ahli makrifat bahkan jendralnya para malaikat, tiba2 saja,
diperintah utk sujud kepada makhluk. Seumpama
orang2 yang Ketauhidannya sangat tinggi, seandainya saja tiba2 Allah
memerintahkan utk bersujud kepada patung berhala, jelas akan menolak.
"perintahkanlah yg lainnya selain itu, apa saja, selain sujud kpd
selainMU"...... sbgmn Ibrahim as diperintah menyembelih ismail as,
hendak dilaksanakan sembelih anak sendiri, khidir as diperintah bunuh
anak2 langsung dibunuh saja. Itu adalah contoh2 perintah yg "MENYIMPANG"
dalam hukum manusia. Namun para nabi tak ada yg diperintah sujud kepada
selain Allah, hanya diperintah membunuh.
"Dalam tauhid murni, membunuh anak sendiri itu perintah yg lebih ringan dibandingkan mesti sujud kepada selain Allah."
Seseorang yang tidak mencapai Ketauhidan murni akan memilih sujud
tunduk kepada makhluk karena masih "berfikir", bahwa masuk jahannam itu
menyakitkan dan sengsara. Ketakutannya akan masuk jahannam akan
mengaburkan Ketauhidannya dan keteguhan hatinya, maka wujud sujud
ketundukannya adalah sujud dalam rasa takut akan ancaman2.
Ketundukannya dengan demikian menjadi tidak memiliki kemurnian. Tak bisa
tunduk karena Allah semata, namun masih terpecah, yaitu tunduk karena
perintah Allah disatu sisi dan tunduk krn ketakutan ancaman disisi yang
lain. 2 sisi bercabang inilah yang merusak kemurnian Ketauhidan. Walau
mulut bisa saja berkata, "saya tunduk hanya karena Allah", namun toh
hati sadar bahwa "saya jg tunduk krn takut ancaman".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar