Rabu, 27 November 2013

Sebenarnyalah saya tak punya dendam benci maupun sakit hati

Sebenarnyalah saya tak punya dendam benci maupun sakit hati, walau menendangi orang2, hanya menjaga diri sendiri, murid2 dan orang tersebut dari mudhorot2 yang masuk dalam debat atau diskusi kepanjangan. Mungkin baginya itu adalah kebaikan, karena kefahamannya disitu, aku tak bisa menyalahkan orang atas pemikiran seperti itu.

Sekarang debat yah saya buat apa, diskusi pula saya buat apa??.... semuanya tak akan efektif dan tak akan bisa meresap dalam nurani insan. Apalah artinya semua yang dianggap benar jika masih berupa persepsi. Kebenaran mestilah dirasakan dan dihayati masing2 diri pribadi. Tak boleh memaksakan suatu kehendak dan keyakinan pada orang lain. Tak perlu pula "memaksa" orang lain utk mendengarkan perkataan kita. cukuplah yang hendak mendengarkan atas dasar kesadarannya sendiri, datang sendiri2 tanpa perlu diminta...... dan biarlah Allah saja yang menilai segala sesuatunya......

Kita hidup didunia ini sama2 tak meminta, tapi inilah kenyataan yang ada. Jikalau kita yang butuh hidup, tentulah kita yg minta hidup dan minta ada didunia, kenyataannya kita mau tidak mau tetap ada didunia ini, tanpa meminta...... Itulah wujud dari Sang Maha Pemaksa......

Maka dalam PemaksaanNYA lah segala sesuatu itu. Lalu hidup ini, tinggal kita sendiri, apakah menerima pemaksaanNYA ataukah mencoba berontak. Jika nurut manut, ikut aliran dari kehendakNYA sendiri, maka kita akan sampai tujuan. Jika tak menurut, tapi selalu saja mencoba berontak, maka tak akan sampai tujuan.

Dalam derita2 hidup, dalam setiap keterjepitan langkah kaki, engkau akan mengerti bahwa kepasrahan adalah KEKUATAN tertinggi......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar