Sebenarnyalah
saya tak punya dendam benci maupun sakit hati, walau menendangi orang2,
hanya menjaga diri sendiri, murid2 dan orang tersebut dari mudhorot2
yang masuk dalam debat atau diskusi kepanjangan. Mungkin baginya itu
adalah kebaikan, karena kefahamannya disitu, aku tak bisa menyalahkan
orang atas pemikiran seperti itu.
Sekarang debat yah saya buat apa, diskusi pula saya buat apa??.... semuanya
tak akan efektif dan tak akan bisa meresap dalam nurani insan. Apalah
artinya semua yang dianggap benar jika masih berupa persepsi. Kebenaran
mestilah dirasakan dan dihayati masing2 diri pribadi. Tak boleh
memaksakan suatu kehendak dan keyakinan pada orang lain. Tak perlu pula
"memaksa" orang lain utk mendengarkan perkataan kita. cukuplah yang
hendak mendengarkan atas dasar kesadarannya sendiri, datang sendiri2
tanpa perlu diminta...... dan biarlah Allah saja yang menilai segala
sesuatunya......
Kita hidup didunia ini sama2 tak meminta, tapi
inilah kenyataan yang ada. Jikalau kita yang butuh hidup, tentulah kita
yg minta hidup dan minta ada didunia, kenyataannya kita mau tidak mau
tetap ada didunia ini, tanpa meminta...... Itulah wujud dari Sang Maha
Pemaksa......
Maka dalam PemaksaanNYA lah segala sesuatu itu.
Lalu hidup ini, tinggal kita sendiri, apakah menerima pemaksaanNYA
ataukah mencoba berontak. Jika nurut manut, ikut aliran dari kehendakNYA
sendiri, maka kita akan sampai tujuan. Jika tak menurut, tapi selalu
saja mencoba berontak, maka tak akan sampai tujuan.
Dalam
derita2 hidup, dalam setiap keterjepitan langkah kaki, engkau akan
mengerti bahwa kepasrahan adalah KEKUATAN tertinggi......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar