Tatkala
seseorang bergelut dgn duniawi, maka memang mudhorot2 dari luar cepat
kembali masuk kedalam batin, itulah yg sering bikin dzikir jahar jalan
ditempat, saat ini dzikir, batin dibersihkan, beberapa waktu kemudian
mudhorot masuk lagi, kotor lagi...........
kuumpamakan engkau sedang mengepel lantai rumah, sehabis di pel tentu akan bersih, nanti orang2 masuk akan kotor lagi.........
makanya dalam hal itu memang perlu istiqomah, bersihkan lalu kotor lagi, bersihkan lagi lalu kotor lagi.......... begitu seterusnya.
Usia tua adalah keuntungan tersendiri yaitu tatkala orang sdh bisa
pensiun dari aktifitas duniawi, maka bisa berkonsentrasi penuh dalam
dzikirnya...............
Oleh karena hal tersebutlah kunci
utama dari istiqomah sebenarnya adalah "LAA SYARIKALAH" (tiada
berserikat), krnnya mesti mmng jarang2 bergaul, membatasi diri, kecuali
mmng perlu saja, untuk menghindari banyaknya mudhorot yang masuk........
Hal itu semua menjelaskan mengapa adanya spt suluk, kholwat,
nyepi, uzlah dsb........ karena keadaan spt itulah yg memungkinkan "Laa
syarikalah" (tiada berserikat), dan tiada berserikat inilah sifat TUHAN
yang sedang dihayati........
Kendati demikian anda tak perlu
berputus asa, biarlah sementara ini tetap dzikir walau keadaannya
bersihkan lalu kotor lagi, bersihkan lagi kotor lagi....... Suatu ketika
saat memungkinkan, maka keadaan tajrid (bebas dari urusan duniawi)
mudah2-an bisa diperoleh saat usia tua menjelang...........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar