Rabu, 27 November 2013

Tatkala seseorang bergelut dgn duniawi, maka memang mudhorot2 dari luar cepat kembali masuk kedalam batin, itulah yg sering bikin dzikir jahar jalan ditempat, saat ini dzikir, batin dibersihkan, beberapa waktu kemudian mudhorot masuk lagi, kotor lag

Tatkala seseorang bergelut dgn duniawi, maka memang mudhorot2 dari luar cepat kembali masuk kedalam batin, itulah yg sering bikin dzikir jahar jalan ditempat, saat ini dzikir, batin dibersihkan, beberapa waktu kemudian mudhorot masuk lagi, kotor lagi...........

kuumpamakan engkau sedang mengepel lantai rumah, sehabis di pel tentu akan bersih, nanti orang2 masuk akan kotor lagi.........

makanya dalam hal itu memang perlu istiqomah, bersihkan lalu kotor lagi, bersihkan lagi lalu kotor lagi.......... begitu seterusnya.

Usia tua adalah keuntungan tersendiri yaitu tatkala orang sdh bisa pensiun dari aktifitas duniawi, maka bisa berkonsentrasi penuh dalam dzikirnya...............

Oleh karena hal tersebutlah kunci utama dari istiqomah sebenarnya adalah "LAA SYARIKALAH" (tiada berserikat), krnnya mesti mmng jarang2 bergaul, membatasi diri, kecuali mmng perlu saja, untuk menghindari banyaknya mudhorot yang masuk........

Hal itu semua menjelaskan mengapa adanya spt suluk, kholwat, nyepi, uzlah dsb........ karena keadaan spt itulah yg memungkinkan "Laa syarikalah" (tiada berserikat), dan tiada berserikat inilah sifat TUHAN yang sedang dihayati........

Kendati demikian anda tak perlu berputus asa, biarlah sementara ini tetap dzikir walau keadaannya bersihkan lalu kotor lagi, bersihkan lagi kotor lagi....... Suatu ketika saat memungkinkan, maka keadaan tajrid (bebas dari urusan duniawi) mudah2-an bisa diperoleh saat usia tua menjelang...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar