Pikiran
pamrih terhadap sesuatu memang dari dahulu kala sdh ditanamkan, bahkan
Allah sendiri yang memberi pikiran2 pamrih itu, misal semacam
"bertaqwalah nanti KU masukkan surgaKU"....... Lah sebenarnya itu
diumpamakan bagi anak2, agar mau makan dan rajin belajar, karenanya
diberi iming2, penyemangat saja....... Bagi yang sudah DEWASA, tentunya
tak perlu diiming-imingi lagi, tapi melakukan atas dasar kesadaran diri pribadi, atas nama CINTA, memang suka melakukan sesuatu itu.......
Nah, hal seperti itu akan sangat sulit sekali, tatkala hati kita masih
sangat kotor, dan dipenuhi pamrih. Awal2nya yah memang harus "DIPAKSA"
dulu, di cekokin buat minum obat.......
Mana bisa seseorang
menggapai kepasrahan yang tinggi kepada Allah, kepada setiap
pengaturanNYA, wong nafsu2 duniawi masih menjalar dan melilit. Makanya
dipaksa dahulu buat puasa dan dzikir......
Mana ada orang yg
tau2 sampai pada kenyataan diri menggapai "Laa hawla walaa quwwata illa
billah", wong buat lapar dahaga saja gak berani, padahal gak kelaparan
betulan. badan masih gemuk kebanyakan lemak, tanda kebanyakan
makan.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar