Kusampaikan
lagi, bahwasannya pemikiran/tafakur akan tetap saja gagal menggapai
Allah, itu karena sifat uniknya Allah, bahwa DIA selalu saja bukan
sebagaimana yg engkau fikirkan, sekaligus sebagaimana
pemikiranmu/prasangkamu. 2 sisi sifat ini membuat, tafakur tak mencapai 2
sisi secara sempurna. Ketidak sempurnaan adalah cacat ilmu, yang tidak
bisa dijadikan pedoman.
Maka dalam setiap tafakur tentang
TUHAN, akan selalu membawa hasil, benar sekaligus salah. Singkirkan
tafakur dan leburlah dalam qodrat iradatNYA Allah ta'ala...... umpama
cangkir kosong saja, terserah hendak diisiNYA apa. Kita tak meminta, tak
pula menolak, atas segala sesuatunya adalah keberkahan tiada henti2nya
dari Allah, menerima segala sesuatunya dengan suatu kegembiraan
hati....... Nerimo itu adalah keutamaan yang paling utama dari
perjalanan seorang sufi....... Bahkan kobaran api neraka juga berkah
dalam suatu penerimaan yg totalitas....... Dzikir itu sebenarnya adalah
tentang "menerima Allah" bukan "mengingat nama Allah".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar