Sekarang
sedang heboh2nya kasus eyang subur, smpai dikit2 dimana2 saya dengar
ada yang membicarakannya. Saya sendiri no comment utk hal seperti itu.
Seperti yang telah kuajarkan sudah terang untuk tidak sibuk
menilai-nilai orang lain, tetapi menyibukkan diri menilai diri sendiri
saja. membaca diri sendiri saja. Kesemuanya hal2 dan berita semacam itu
bagiku hanyalah bagian dari "PERMAINAN DUNIA" saja.
Lebih baik meninggalkan menilai-nilai orang lain dan fokus menilai diri
sendiri saja. Membuang sifat kebiasaan suka mencela dan memuji orang
lain yang berlebihan, hanya datar2 saja, tengah2. Agar hidup ini tak
terseret dlm kebiasaan suka ghibah/ngrasani orang lain.
Jika
saya hendak memuji, maka Allahlah yang lebih pantas menerima segala
pujian. Jika saya hendak mencelapun, lebih baik saya mencela Allah saja,
buat apa mencela makhluk yang hanya ciptaan saja, hanya semu saja. Dan
saya tak menemukan cela pada Allah yang mesti saya cela, karena semuanya
telah diaturNYA dengan kesempurnaan ilmuNYA.
Belajarlah memandang sebabnya sebab, memandang af'al perbuatan Allah disebalik segala sesuatu perbuatan makhluk.
Baik dan buruk hanyalah sebuah persepsi makhluk saja. saya contohkan
ketika seorang berbuat keburukan, bagi orang lain mungkin itu disebut
buruk, tapi sebenarnya dalam sudut pandang kebaikan, itu tetap jg baik,
sebab dibalik keburukan seseorang itu, ternyata jg memberi banyak
pelajaran dan contoh kpd org2 lain, maka orang2 melihat apa yang terjadi
kpd firaun dsb, semua terjadi agar menjadi contoh, "janganlah seperti
itu, lihatlah akibatnya jika berlaku spt firaun"...... ternyata jika
dipandang dari sudut pandang baik, tetap saja baik walau sesuatu yg
dianggap buruk oleh banyak orang.
Masih terpandangnya sisi
negatif/buruk, sejatinya menunjukkan diri kita terlalu terpengaruh
kepada sisi negatif, yg aslinya menunjukkan tingginya sifat2 negatif
dalam diri sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar