Minggu, 29 Desember 2013

Menurutku engkau malah makin tersesat jauh

Asswrwb saudaraku, alhamdulillah kita msh dipertemukan di jalan-Nya,

Aku melihat ada satu masa ketika salah satu muridmu salah menafsirkan bahasamu, karena engkau telah meyakini bahwa ia telah cukup utk disampaikan dalam bhs ma'rifat.

Dia yakin akan dirinya telah mencapai tingkatan ma'rifat, hingga berdampak riya dan membanggakan dirinya, menjadikan dia lebih mengetahui segala rahasia-Nya.

Lantas aku hanya bertanya 'apa sdh engkau buktikan ?' atas apa yang engkau yakini dalam hati, lisan dan fikiran ? Sementara Musa, Khaidir, Ibrahim, Muhammad, Kalijogo, Siti Jenar, dsb... Baru meyakini setelah mereka bersaksi dan membuktikan keberadaan-Nya bahwa tak ada yang namanya mu'jizat atau sesuatu yg ghoib, karena mu'jizat dan sesuatu yg ghoib adalah nyata, dan telah ada sejak awal, sehingga mereka baru bisa meyakini bahwa sesuatu yg ghoib dan mu'jizat adalah hal biasa dan bukan sesuatu yg ajaib.

Tak mampu menjawab pertanyaanku hingga 3x dalam rentang waktu yg berbeda, maka saya katakan, kalau begitu jawablah pada dirimu sendiri, tanyakan pada dirimu sendiri, tdk perlu engkau beritahu jawabanmu ke aku.

Ketika masa itu tiba, ketika dia meninggalkan mu lebih dulu, ketika awal kehidupan dia sesungguhnya dimulai, membawa, sementara dulunya dia telah mengaku manunggaling, merasa dirinya hingga paling benar, hingga menjadikan tak ubahnya sama dengan 'aku' fir'aun, karena tempo lalu pernah kuingatkan padamu sbg sesama saudara, apa aku salah mengatakan "awas jalanan licin saudaraku, kiri kanan tebing dan jurang, tak masuk jurangpun jalanan penuh lubang, tapi tetaplah harus engkau lintasi titian itu"

Bagaimana engkau menanggapinya saudaraku ?

Jikalau engkau ingin memampang message ini ke wall, mohon tdk sampai mecantumkan namaku, tetapi msh lbh baik tdk engkau pampang ke wall jika saudaraku tak keberatan.

Asswrb.
=======================================
Waalaikumsalam
Menurutku engkau malah makin tersesat jauh, sebab:

1. engkau sibuk mengamati dan menilai orang lain bukan dirimu sendiri. melanggar firman Allah...... "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu". (17:14)

2. belum tentu orang bermaksud riya, karena suudzon kita bs menyangka orang sdg riya....... jadi kemungkinannya jadi 2 disini:

1. muridku yg sombong ataukah
2. hatimu yang penuh suudzon

Jika muridku ada yang sombong, maka kesombongan itu akan menjadi beban tanggung jawabnya sendiri, jika engkau yang suudzon, maka suudzonmu pun menjadi beban tanggungjawabmu sendiri.......
==========================
Dengan demikian, bagiku:

1. lebih baik saya sibuk mengkoreksi diri saya sendiri, jadi jangan lagi meminta tanggapanku, karena aku tak ada keinginan utk menilai orang ataupun menilaimu, ini kulakukan hanya karena engkau sendiri yang meminta.........

2. kalau ada diantara kalian memang buruk, (muridku yg sombong ataupun engkau yg penuh suudzon) maka saya doakan saja kalian bs menjadi lebih baik kedepan....... mendoakan kebaikan bg orang lain itu adalah yang lebih baik bagi orang yang mengerti.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar