"Kedurhakaan anak kepada orang tua adalah penyebab terlaknati hidupnya didunia dan akherat".
"Kedurhakaan murid kepada gurunya adalah penyebab lenyapnya keberkahan ilmunya didunia dan akherat".
Sepanjang sejarah saya berguru kepada seorang guru, saya tak pernah
membantah ataupun menyakiti hati guru. Selalu berusaha melaksanakan
titah guru dengan sebaik-baiknya. Apa yang saya lakukan adalah mengikuti
melaksanakan apa yang diperintahkan guru kemudian sambil jalan saya
renungi dan resapi maksud dan tujuannya. Da utamanya saya hayati "hasil"
yang saya peroleh dalam hati apa.
Dahulu pada awal2 saya
berguru, saya mana tahu maksud amalan2 yang dibaca apa, saya tidak
mengerti sama sekali. Cuman disuruh amalkan baca ini itu, sekian kali
dsb, lalu saya lakukan saja terus.
Hasilnya adalah, setiap hari
saya didatangi dan dianiaya sama jin, karena mereka sangat benci dan
marah dengan apa yang kuamalkan. Mulai dipukuli, ditendang,
diinjak-injak, digigit, dibanting2, dst. Itu berlangsung selama
bertahun-tahun, dan saya tetap saja terus amalkan walau dianiaya mrk.
Sampai lama2 saya semakin kuat, dan mulai mampu melakukan perlawanan,
tadinya saya ketakutan karena dianiaya mereka, lalu keadaan berbalik,
gantian saya hajar mereka.
Seiring waktu, saya bertambah guru,
dipertemukan guru2 lainnya lagi, utk menambah dan melengkapi, dari
awalnya jahar, masuk sirri, masuk haqiqi.... dst. Ternyata dipertemukan
guru dengan sendirinya oleh Allah, tanpa perlu saya racang2 akal,
mencari kesana kemari.
Lalu apa yang dahulu saya tidak
mengerti yang saya baca apa, kemudian saya menjadi faham dengan
sendirinya bahkan mampu memjabarkan semuanya. Itu dahulu tak saya
dapatkan dari guru awal saya, karena guru awal saya tak menjabarkannya,
hanya baca ini dan itu, amalkan ini dan itu.
Kemudian saat
ini orang2 mulai berguru padaku, padahal saya sudah terang2-an
mengatakan bahwa saya cuman guru kebodohan saja, bukan mursyid thoriqoh
dsb.
Semua ini adalah "proses alami". Allah mengerti yang
terbaik, karena sebab itulah dalam pengaturanNYA engkau dipertemukan dgn
guru atas kehendakNYA sendiri, bukan atas rancangan akalmu. rancangan
akalmu mungkin tdk hendak berguru di FB, maunya berguru kpd org yg
tersohor/terkenal, atau yg engkau saksikan melakukan kejaiban karomah2,
yg membuatmu tertegun. Tapi kesemuanya itu adalah rancanganmu bukan
rancanganNYA, kenyataanNYA rancanganNYA adalah mempertemukanmu
denganku.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar