tatkala fatwa belum ada, maka fatwa tidak butuh Allah...... bagaimana bisa butuh Allah, sedang fatwa saja TIDAK ADA, yang tidak ada tidak bisa tersentuh kebutuhan.......
begitu ada fatwa, maka fatwa menjadi BUTUH ALLAH......
Demikianlah, sebelum adanya makhluk, maka ALLAH itu butuh makhluk, karena butuh itulah DIA mengadakan makhluk. Sebab hasratNYA untuk dikenali. Maka DIA menyatakan adaNYA, mendzahirkan adaNYA dalam tajalli/manifestasi diri dalam wujud rupa makhluk itu sendiri.
setelah adanya makhluk maka makhluklah yang butuh Allah......
"Hukum itu berbalik 180 derajad tatkala ada sesuatu yang baru (makhluk)"
==============================
Adanya sesuatu yang baru (makhluk), bukanlah berasal dari suatu bahan yang baru. karena benda2 itu aslinya semuanya berasal dari cahaya, lalu cahaya itu berasal dari cahaya di atasnya lagi, demikian seterusnya sampai cahaya tertinggi yaitu cahaya TUHAN sendiri.
maka sebenarnya semua benda itu berasal dari cahaya TUHAN sendiri, yang berubah2 menjadi suatu wujud keadaan benda2 lahiriah.
Adapun cahayaNYA sendiri itu mawujud dari Qodrat IrodatNYA DZATNYA ALLAH sendiri. Maka sebenarnya memanglah semua benda dan apapun juga itu sumbernya dari DZAT ALLAH sendiri. Bukan sesuatu yang BENAR2 BARU, namun sesuatu yang terdahulu yang menggapai wujud rupa menurut ide TUHAN yang terus berubah. TUHAN sendiri diam tak tersentuh perubahan, namun ideNYA tetap bergerak dan berubah2.
Keberadaan ini semua adalah TIPUAN SEMU...... hanya ADA dalam ide TUHAN sendiri....... engkau yang terlalu meyakini SEMU ini, dikarenakan terjerat dalam SEMU itu sendiri.
Umpama memandang setitik cahaya terang dari kejauhan, engkau melihatnya bersinar binar, cemerlang berkilauan....... namun engkau tak akan melihat cahaya sama sekali tatkala engkau menjadi cahaya itu sendiri........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar