Jumat, 17 Januari 2014

Duhai semesta, kenyataanku sudah terlanjur indah

Duhai semesta, kenyataanku sudah terlanjur indah, aku sudah terlanjur indah dalam cinta ini, sudah terlanjur bahagia dan senang puas.......... telah kuterima setiap kenyataanku dengan baik dan suka cita, karena cinta memang memakan pengorbanan2, kesakitan2 sebagai tumbalnya.........

ya asyik, ya enjoy, ya santai, ya senang, ya bahagia, ya ayem, ya tentrem........ adalah diantara asma2 yang kupuja dengan puja puji cinta........

tidakkah engkau fahami DIA sangat enjoy dan asyik???...... duhai, mengapa mata, telinga, mulut dan hati mendustakan setiap asyiknya hidup ini, mencengkram kepalamu dengan ruwet dan pusing sendiri akibat ulahmu sendiri............

tarian kebodohan memang beda dan unik......... engkau rindu sekali karena sudah keseringan ditipu orang pinter........ heuheuheu....... hidup yang telanjang dan polos, apa adanya, blokosuto dalam segala hal, karenanya aku suka alam yang murni, tersembunyi ditepi2 hutan, dimana jiwaku segar seperti pepohonan yang tentram.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar