Suatu
nama semuanya akan memiliki dzatnya masing2, baik yang bersifat
lahiriah maupun batiniah, hanya angan-angan atau hayalan saja yang
merupakan nama2 belaka tanpa wujud dzat. karena itulah disebut
angan-angan, aslinya tidak ada, namun dipaksa diada-adakan akal fikiran.
Akal yang mengejar angan-angan, seperti bocah yang mengejar bayangannya
sendiri, kesana kemari dia berlari dan berusaha menangkapnya, namun bayangan itu tak pernah tertangkap.
Jika saudara hendak masuk lebih dalam lagi dalam dunia Ketuhanan,
jangan pernah berfikir akan waktu besok, ataupun waktu kemarin, selalu
saat inilah waktu itu. hindari rancangan2 akalmu sendiri, karena
kemurnian itu akan mengalir dengan sendirinya seperti mata air yang
jernih tanpa perlu dirancang akal lagi. buang akal2-an.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar