==============================
Dewandaru atau dewa-daru atau dewa ndadaru adalah sebuah tanaman keramat yang tumbuh di pulau karimun jawa, jepara, jawa tengah. Tanaman ini konon adalah tongkatnya sunan nyamplungan, yang kemudian ditancapkan di tanah karimun jawa dan bisa tumbuh menjadi sebuah pohon.
Sunan nyamplungan adalah putranya Sunan Muria, yang kemudian berguru kepada sunan Kudus, lalu sunan nyamplungan di utus untuk menyebarkan islam dipulau karimun jawa. dengan membawa sebuah tongkat kayu, maka tongkat itu ditancapkannya disebuah tempat, yang sekarang menjadi kompleks pemakaman sunan nyamplungan di karimun jawa.
Masyarakat sekitar mengkeramatkan pohon dewandaru, sebab adanya faktor "karomah" dari seorang wali Allah, yaitu sunan nyamplungan, dimana sangat jarang ada yang berani-berani membawa keluar kayu apalagi pohon dewandaru keluar dari pulau karimun. Sudah banyak kejadian nyata, tenggelamnya kapal dan berbagai musibah dalam kapal karena ada penumpang yang berusaha membawa keluar kayu dewandaru dari karimun jawa.
MELANGGAR MITOS
==============================
Fatwa adalah orang yang telah melanggar mitos tentang dewandaru itu, karena bukan hanya membawa keluar kayunya, namun fatwa membawa keluar pohonnya dari karimun hidup2, sampai sekarang pohonnya masih hidup dan tumbuh membesar dihalaman rumahku.
Suatu ketika dua kakak perempuanku hendak piknik ke karimun, lalu minta saya utk menemani, saya temani. pas mau pulang saya mampir ke kompleks makam dan mendatangi seseorang bernama nur sahid, dia penduduk setempat yang biasa mengembangkan pohon dewandaru dari kompleks makam lalu dibibitkan kemudian ditanam. pohon ini unik krn perkembang biakannya spt sukun, dari akarnya tumbuh tanaman baru, lalu dipotong dan ditanam.
Saya ingat perkataan saya waktu hendak membawa pohon dewandaru keluar dari karimun, dimana org itu keberatan kalau saya membawa bibit dewandaru trsbt utk saya tanam di rumah. kataku "BOLEH YA SAYA AMBIL, GAK BOLEH YA TETAP SAYA AMBIL"....... heuheuheu........ namanya saja wong nekat + koplak, mental rampok, gak perduli karomahnya wali, kutabrak juga.
singkat cerita fatwa berhasil membawa keluar pohon dewandaru dari pulau karimun, walau dipelototi banyak penumpang kapal yg lain, karena mrk tau apa yang saya bawa. heuheu.
waktu pohon itu kutanam, rambut nenekku lagi dipotong, kutananamlah rambut nenekku dilubang tempat dewandaru kutanam itu. ajaib juga, nenekku meninggal kira2 1 tahun setelah kutanam dewandaru itu. dan salah satu kakak perempuanku, 3 thn stlh kuambil dewandaru itu, kemudian menikah dgn pria karimun dan tinggal disana sampai skrng, hmmmm...... "ini menarik", kataku dalam hati waktu itu. aku mengambil dewandaru dari karimun lalu kutanam, dan sebagai gantinya, kakakku gantian pindah disana (karimun), menanam kakakku disana, seperti "TUKAR GULING"..... heuheuheu.
Suatu saat ada seorang kyai temanku, yang mau bikin pesantren, lalu meminta bibitnya, pas tumbuh bibitnya dari dewandaruku, anehnya, meski sudah kukasih bibitnya di pot, bibitnya bisa mati karena ketumpahan semen. kalau gak cocok, memang ternyata dewandaru bisa pilah pilih orang. Karomah seorang wali Allah itu nyata, bisa membekas meski pada sebuah pohon, kekuatan karomahnya tetap ada sampai sekarang. Semua adalah anugrah Allah, karena hendak menunjukkan kebenaran dari kewalian seseorang, walau melalui media sebuah pohon, orang bisa menyaksikan bahwa sunan nyamplungan benar-benar wali Allah, dan fatwa benar2 nekat....... heuheuheuheu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar