Hal
yang paling menjadi concern/pikiran utama dalam benakku adalah
bagaimana aku bisa memberi manfaat yang luas dalam segala keterbatasan
kapasitasku. Jika hidupku tak mampu memberi manfaat kebaikan bagi orang
lain, hanya melulu memikirkan diri sendiri atau keluarga sendiri, maka
aku hanyalah bangkai berjalan saja di dunia ini, tidak memiliki guna dan
arti sama sekali.
"URIP IKU KUDU URUP" (hidup itu harus menyala bercahaya),
"URUP IKU KUDU NGURUPI" (bercahaya itu harus bisa menerangi)
itulah hidup yang semestinya.
Tiada cukup hanya "meniti" jembatan yang lurus (shirotol mustaqim), namun mesti harus mampu menjadi jembatan bagi orang banyak (shirotolladzina), itulah jalan orang2 yang banyak diberi nikmat.
"URIP IKU KUDU URUP" (hidup itu harus menyala bercahaya),
"URUP IKU KUDU NGURUPI" (bercahaya itu harus bisa menerangi)
itulah hidup yang semestinya.
Tiada cukup hanya "meniti" jembatan yang lurus (shirotol mustaqim), namun mesti harus mampu menjadi jembatan bagi orang banyak (shirotolladzina), itulah jalan orang2 yang banyak diberi nikmat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar