Sabtu, 02 November 2013

Dalam mi'rojnya Nabi Muhammad SAW

Dalam mi'rojnya Nabi Muhammad SAW maka jibril tak mampu mencapai sidrotul muntaha, puncak dari langit. Dalam diri pribadi ini, jibril itulah puncak kecerdasan akal, akal tak menggapai TUHAN, sbgmn jibril tak menggapai sidrot. Namun bisa mencapai titik tertentu saja dari perjalanan.

Lalu bagaimana jibril menyampaikan wahyu jika tak bisa menggapai puncak langit??...... Jibril pada dasarnya adalah "penjabar", atau yg menerangkan atau penterjemah yang mengerti dan bisa menterjemahkan bahasa nurani menjadi bahasa akal. Dari bahasa yg bisa dimengerti akal itulah wahyu menjadi kalam, lalu kalam menjadi huruf2 tulisan.

Kalamullah yang sejati adalah ibarat kode genetis dari nur Muhammad sendiri. Kalam itulah Kaf, Nur itulah Nun, keduanyalah yang menjadi "KUN". Ibarat kata Nur itu adalah tubuh bagi kalam, sedang Kalam itu adalah kode genetis, yg mana dengan kode genetis itu tubuh bisa berbentuk menurut yang dikehendaki. Demikianlah nur itu bisa mengerti setiap fungsinya.

Dari satu Kalamullah yang tunggal, ia dijabarkan dalam berbagai bahasa dan dalam berbagai wujud rupa kata2. Kalamullah lalu menjelma menjadi Zabur, Taurat, Injil dan Qur'an. Dimana sumber cahayanya adalah sama dan tunggal, penjabaran dari jibrillah yang berbeda2, menyesuaikan kondisi dan keadaan setempat para rasul.

Sampai saat ini Kalamullah dalam wujud cahaya masih ada, dan jibril masih tetap menjabarkannya pada orang2 tertentu, namun tak lagi disebut wahyu, sebab kewahyuan itu sebutan khusus bagi kenabian, ia disebut ilham. Hanya secara parsial atau sebagian2 kecil saja, tidak selengkap turunnya wahyu kepada seorang nabi. Namun setetes embun itu adalah rahmat dan anugrah yang terindah.

Demikianlah, sebenarnya wahyu itu tak pernah berhenti sampai kiamat, hanya sebutannya saja yang berbeda. Kalamullah itu langgeng dan melekat pada diri Allah. Betapa rahmat yang teramat luas yang sulit ditangkap hati yang buta. Jika Qur'an bagimu masih berupa huruf2 tulisan saja, engkau sedang rugi, mestilah mendapatkan cahayanya, dari Kalamullah yang sejati, cahaya yg sebelum dijabarkan/diterjemahkan jibril, itulah permata sesungguhnya.

Allah meliputi segalanya

Allah meliputi segalanya, maka memiliki Allah berarti memiliki segalanya, rakus itu jangan pernah tanggung-tanggung, rakus yang tanggung itu yang bikin dosa. Seperti sebuah celupan (shibgoh), shibgoh Allah tak pernah tanggung-tanggung, tidak bermain2 air ditepian pantai, namun menenggelamkan diri dalam samudra luas.

Jumat, 01 November 2013

Manusia sendirilah yang kemudian menciptakan surga dan neraka bagi dirinya sendiri.

ketika kerajaan diri telah dikuasai jin (api) maka itulah yang disebut neraka....... tingkatan2 neraka itu adalah gambaran dari derajad kobaran apinya......... manusia sendirilah yang kemudian menciptakan surga dan neraka bagi dirinya sendiri....... sdg TUHAN, adalah pengantar untukmu menuju salah satunya......
Sungai2 itu adalah aliran2 air dari kebajikan seseorang....... setiap bidadari2 itu adalah keelokan jiwa........ Hanya orang2 tercela yang dimuat oleh surga atau neraka, orang yang mulia memuat surga didalamnya........

Inilah akherat itu

Mungkin bagimu kehidupan dunia ini adalah dunia ini sendiri, sedang kehidupan akherat adalah kelak saat sudah kiamat. Tidak demikian bagiku, inilah akherat itu, sebab dunia bagiku adalah bagian dari akherat itu sendiri. kehidupan akheratku sudah dimulai, untuk apa menunggu surga neraka terlalu lama. surga-neraka telah wujud dengan sangat terang bagiku. Aku tak terlambat hidup tak pula terlambat mati. Ya, inilah akherat itu sendiri, batinku inilah surga atau nerakaku, aku tak lagi mencari, selain menerima setiap kobaran apiku dan setiap sejuknya airku, sebagai keberkahan yang tiada terhenti-hentinya.

Kejayaan hanya bisa diperoleh setelah kebebasan diperoleh,

Kejayaan hanya bisa diperoleh setelah kebebasan diperoleh, sbgmn sebuah perjuangan itu adalah menuju kebebasan dan kebebasan adalah suatu kemerdekaan menuju kejayaan. jika engkau memilih kejayaan maka tak akan engkau temui tanpa adanya kebebasan terlebih dahulu. Seorang yang masih terjajah tak pernah disebut jaya.

Akal selalu kandas memahami makrifatullah

Dalam hukum makhluk, ketika engkau bergerak dari jawa timur ke jawa barat mestilah melalui jawa tengah, namun tidak demikian dalam hukum Ketuhanan, proses bisa dilewati, dari jawa timur bisa langsung jawa barat tanpa melalui jawa tengah.

Akal selalu kandas memahami makrifatullah sebab telah terlanjur terkukung oleh adat kebiasaan akal. Akal telah terpenjara oleh hukum2 alam makhluk, dan terbatas oleh sebab itu. Ketika akal telah lebur dalam akal universal, maka yg disebut berfikir/tafakur itu justru adalah "pengkerdilan" dari akal itu sendiri. Walau tafakur dalam hukum orang awam di anggap "melebarkan akal"/menambah kekuatan akal. Namun tidak berlaku demikian dalam hukum universalitas semesta.

Apa tanda2 mengenal Allah

Nurlela Lela
Dengan ke fokus kehati apa tanda2 mengenal Allah guru maklum guru orang awam
================================
Orang yang mengenal Allah dengan sebenar-benarnya kenal memiliki ciri2 atribut keindahan ruhani yang luar biasa, dimana setiap perkataannya sering kali mawujud dan nyata (kun fayakun) walau semua tanpa disadarinya, kalamnya banyak mengandung hikmah, seolah2 dia adalah Al-Qur'an yang berjalan dimuka bumi ini. Tiada yang keluar dari ucapannya selain petunjuk, yang memberi keindahan dan bersifat menata. ia tak lagi terikat dengan selain Allah dalam batinnya. Ketika engkau menemukan orang seperti itu, maka dia adalah seorang yang mengenal Allah.