Selasa, 29 Oktober 2013

Syariat,tarekat,hakekat,makrifat

1. syariat itu ada dalam gerak tubuhmu....
2. tarekat itu ada dalam gerak fikirmu......
3. hakekat itu ada dalam gerak hatimu.......
4. makrifat itu ada dalam nyawamu........
==========================================
Kuulas lebih jauh lagi agar saudara lebih mudah memahaminya......

Saya umpamakan seorang yg sedang mengerjakan sholat......

1. Maka setiap gerakan2 tubuhnya/gerakan dan bacaan sholatnya itulah yg disebut syari'at......

2. Arah fikirannya itulah yg disebut tarekat/thoriqoh. Jika fikirannya menuju sendal yg takut hilang di masjid, maka dia sedang "bertarekat/berjalan" menuju sendal itu. Jadilah dia "menyembah sendal" secara hukum thoriqoh/tarekat. Ini yg disebut diantara syirik khofi/lembut itu, dimana makin engkau sholat seperti itu, makin banyak kesyirikanmu. engkau tidak dianugrahi pahala, malah makin berdosa.

3. Arah perasaan qolbunya itulah yg disebut sebagai hakekat. Jika qolbumu dipenuhi riya, atau beribadah karena manusia, apa karena malu dibilang orang "kafir" kelihatan gak sholat, atau karena ingin menampilkan biar kelihatan alim di depan orang. Ini pula disebut syirik khofi. Tiada tujuanmu selain mencari ridho orang2 saja, bukan ridho Allah.

4. Makrifat itu ada dalam nyawamu. Ini terlalu dalam untuk dijelaskan, yaitu ada dalam "RASA TUHAN" namun bukan "MERASA TUHAN", bedanya setipis rambut dibelah 7000. karena sulit sekali dijelaskan dengan pembanding kata2 apapun jua. jadi yah jangan bertanya lagi tentang hal ini...... Orang yang beruntung akan mengerti dengan sendirinya.
==============================================
"Jika dalam tarekatnya dan hakekatnya sholat, orang tiada bisa untuk melenyapkan syirik khofi, maka sebenarnya sholat juga bukan hanya bisa menambah pahala, namun juga bisa menambah dosa".

Dalam hal ini terserah engkau percaya atau tidak yg saya sampaikan, karena jelas akal fikiranmu akan sulit menerima sebuah perkataan bahwa "sholat pun bisa menambah-nambahi dosa".......

Mengapa ALLAH bisa murka terhadap manusia, sedang Allah sendiri yang mengatur taqdir manusia, lalu manusia itu jadi buruk???.

Mengapa ALLAH bisa murka terhadap manusia, sedang Allah sendiri yang mengatur taqdir manusia, lalu manusia itu jadi buruk???.
==========================================

Pertanyaan semacam ini kujawab pula dengan sebuah pertanyaan......

Mengapa banyak manusia yang merusak bahkan menghancurkan barang2 miliknya sendiri, bahkan merusak dirinya sendiri???......

Manusia menjawab, "ya terserah saya dunk, punya2 saya sendiri, mau saya banting, mau saya bakar, mau saya robek2, suka2 saya"..... heuheuheu

ternyata "suka-suka" yang punya....... heuheuheu

Sebenarnyalah ibadah itu hanyalah latihan saja

Sebenarnyalah ibadah itu hanyalah latihan saja. Melatih manusia untuk mendekat dan melatih manusia untuk menjadi lebih baik. ALLAH sama sekali tidak butuh diibadahi, tidak butuh disembah. Kenyataannya kalau Allah gak disembah juga Allah tdk apa2 dan tidak kenapa2. Namun banyak manusia yg secara tidak menyadarinya, mereka merasa sudah "memperkuat" Allah, atau sudah "menolong" Allah, dengan mau menyembahNYA atau beribadah padaNYA, lalu timbul "rasa bangga" sudah beribadah, timbul rasa seolah berjasa kepada Allah atas ibadahnya itu.

Kenyataan yg aslinya adalah bahwa Allah sebenarnya tiada memerlukan penyembahan, dan penyembahan manusia jg sama sekali tiada menambah dekat, hanya memberi "merasa dekat", sbb Allah itu tidak pernah kemana-mana.

Yang perlu disadari manusia adalah bahwa segala perintah ibadah2 itu adalah suatu latihan saja, engkau tidaklah masuk surga karena ibadah itu, namun karena rahmatNYA, engkau pula tdk masuk neraka karena dosa, namun karena murkaNYA.

Adanya latihan2 itu agar "mengembleng" dan membina ketajamanmu, menata masyarakat dengan banyak hukum2 dan rambu2, agar bisa menjadi senantiasa lebih baik dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu, disebabkan masyarakat tanpa aturan main, tanpa aturan2 ibadah2 akan cendrung bergerak menuju kejahiliyahan.

Sungguh menyedihkan jikalau ibadah malah difahami dalam bawah sadar orang2 sebagai "berbuat jasa" kepada Allah (bangga sudah mendukung memperkuat Allah), yg timbul pastilah akan "merasa suci", merasa benar, diikuti dgn memandang hina dan rendah orang lain. Ini adalah Ibadah yang salah sasaran.

Benarkah siti jenar itu rajanya para wali???......

Ada yang bertanya tentang siti jenar, benarkah siti jenar itu rajanya para wali???......
=============================
iya, siti jenar adalah rajawali bukan burung puyuh...... heuheuheu

fahami siti (tanah) dan fahami abang (merah), maka akan faham tentang siti jenar.

Bagaimana tanah itu tiada membalas meski diinjak, dikencingi dan diludahi setiap hari, tetap saja menumbuhkan buah2-an bagi umat manusia.

Dan bagaimana merah itu adalah keberanian, meski kontra dan menentang sebuah tirani sekalipun dan status2 quo, adat budaya yg sudah tradisi, bahwa kebenaran adalah cerita2 saja yg turun-temurun. Maka seorang yang berani itu terkadang melanggar adat tradisi, walau adat tradisi kesufian yg dianggap turun-temurun disampaikan secara rahasia dan sembunyi-sembunyi, lalu dibuka dalam kancah umum.

"Siti jenar yang nrimo namun idealis dan kaku"...............

Wahai para salik

Wahai para salik,

Diantaramu ada yang telah lama berjalan, diantaramu pula ada yang baru berjalan, diantaramu yang lain ada yg masih ragu2 dan belum berjalan. Maka ketahuilah satu hal, ilmumu itu berkah, jikalau bisa menghidupkan qolbu2 gersang orang2, sebagaimana nabi SAW menghidupkan padang tandus tanah arab yang jahiliyah.

Jikalau engkau belum bisa menghidupkan qolbu orang2, maka selama itu pula ilmumu tiada berkah, meski sehebat apapun perkataan-perkataanmu ataupun sedahsyat apapun lelaku2mu serta teori2mu.

Dan makrifat yg sesungguhnya itu adanya dalam keberkahan tersebut.

Waktu hisab orang miskin dan kaya

Sebenarnyalah hidup banyak kekurangan, miskin dan papa, itu mengandung nikmat yang sangat besar. Hidup terjepit dan banyak kesengsaraan seperti itu membuat batin menjadi tajam, asalkan bisa mengarahkannya dengan baik.

Orang2 miskin akan di hisab dipagi hari, sedang orang2 kaya akan dihisab di sore hari, jarak waktu hisab keduanya adalah setengah hari. dimana satu hari dalam kadar waktu akherat adalah 1000 tahun dalam takaran waktu dunia, itu artinya si kaya dan si miskin yg sama2 baik, maka si miskin akan masuk surga terlebih dahulu, dan si kaya terkemudian, yaitu 500 thn kemudian.

REINKARNASI

REINKARNASI
=====================
Ada yang bertanya tentang reinkarnasi, baiklah akan kita bahas tentang reinkarnasi itu.

Hidup ini ada 2 kali, demikian mati juga ada 2 kali.

“Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka Adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" (QS. Al Mu’min : 11)

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?” (QS. Al Baqoroh : 28)
=====================
Yang ada sebenarnya adalah "INKARNASI" dari ruh, bukan reinkarnasi. Ruh2 orang yang mati itu menempati barzah, dimana barzah itu ada diantara langit dan bumi ini, barzah itu disini sini saja, disekitar kita namun berbeda secara dimensi ruang dan waktunya. 1 hari dalam barzah adalah setara dengan 1000 tahun dalam kadar hitungan waktu dunia ini.

Ruh2 orang yang mati itu mawujud dalam rupa "energi hidup", yang membawa muatan baik positif ataupun negatif, muatan itu berasal dari kecendrungan ataupun kesukaan hatinya ketika masih hidup. Sebagai pendekatan fikir, jika seseorang suka mabuk2-an maka ruhaninya akan memiliki kecendrungan mendekati para pemabuk yg masih hidup, jika seseorang hobby perempuan, maka ruhaninya pun akan cendrung mendekati perempuan2 yg dianggapnya cantik. Setiap kesukaan dan kecendrungan hatinya semasa hidup, akan terbawa dalam ruhnya. Ini dikarenakan setiap manusia akan "TERIKAT" dengan apapun yang disukainya, dengan apapun yg diidam-idamkannya, dengan apapun yg kecendrungan jiwanya mengarah kesitu. Ketika engkau mencintai sesuatu ataupun seseorang, maka ketika engkau mati engkau akan "terikat" dengan yg engkau cintai itu dan kesana kemari mencarinya, ruhmu akan mengambang, antara langit dan bumi, selamanya dalam keadaan resah.

Ruh2 orang2 yang mati ini, akan masuk kedalam diri seseorang, lalu menumpang dan mengikutinya, bilamana orang yang masih hidup itu "SEJIWA" dengannya, satu ideologi dan pemahaman. Ruh ini aka memperkuat orang yg masih hidup tersebut, bilamana dia dulu seorang penjudi, maka ruh ini akan mencari penjudi yg masih hidup dan menumpang, lalu ikut mempengaruhi batin yg masih hidup agar selalu berjudi. Bila dia seorang yang baik hati, maka ruhnya pun akan menumpang pada orang yg sama2 baik hati, untuk memperkuat semangat kebaikan orang yg masih hidup itu. Inilah yang dimaksud sebagai "INKARNASI" atau "TITISAN" itu, dimana seolah2 orang sekarang itu adalah titisan seseorang dimasa lalu, sebab dia diikuti oleh org dimasa lalu yg sejiwa dengannya.

Ketika pengaruh dari ruh2 yg ikut menumpang itu sangat kuat, terkadang terjadi suatu proses "TRANSFER" memori, dimana orang yg masih hidup menerima memori kenangan dari ruh org yg sudah mati itu, seolah-olah dia pernah hidup dimasa lalu sebagai seseorang tertentu.

Aktifitas inkarnasi semacam itu akan berlangsung lama, sampai hari akhir tiba.

Ruh orang2 yang jahat, akan menjadi setan. inilah yang dimaksud setan dari bangsa manusia, mereka memberi pengaruh negatif kepada orang yg masih hidup, dengan cara membisiki telinga hati (shudur) nya orang2. demikian pula ruh2 orang yg baik akan menjadi malaikat, yg mendorong seseorang kepada kebaikan, Ini pula yang disebut sebagai "GURU RUHANI" (guru dalam bangsa ruh), mereka membisiki qolbu, atau sering disebut membisiki "SIRR"/latifah sirr. Keilmuan dari guru ruhani ini akan mengangkat keilmuan dari "murid ruhani" nya tersebut. Ilmu semacam ini banyak dimiliki oleh orang2 khowas, biasanya mereka diikuti ruh/guru ruhaninya masing2, Lalu guru ruhani itu membisikinya tentang byk hal yang membuatnya terkadang "tahu sebelum diberi tahu"/waskito.