TERIMA JATAHMU
===========================
"saya dikecewakan suami saya" katamu.....
semua itu keluhan2 umum orang2. baru kita telusuri mata rantai sebab akibatnya.....
Ada mata rantai hutang karma/qishosh yang engkau sendiri perbuatan atau
generasi2 diatasmu perbuatan. Lalu hutang2 itu akan dilakukan
penagihan2. misalnya suatu ketika engkau hutang "sebuah pukulan", maka
suatu ketika dimasa depan engkaupun
ditagih dengan sebuah pukulan atau sebuah penderitaan yang setimpal
dengan penderitaan orang lain akibat ulahmu itu.
Ketika tiba
harinya penagihan hutang itu, tiba2 saja seseorang "memukulmu", lalu
engkau mengaduh kesakitan, marah dan menyimpan dendam benci terhadap
orang tersebut.
Hal seperti itu terjadi dikarenakan engkau
orang yang sangat dangkal..... engkau hanya melihat seseorang sedang
memukulmu dan merasakan sakit, namun engkau tak mampu menangkap
sebenarnya itu adalah hutang karma/qishosh yang sedang ditagih, ALLAH
menagihmu dengan memberi jatah 1 pukulan untukmu. Adapun orang yang
memukulmu itu hanyalah sekedar "jalan lewat" dari pukulanNYA padamu.
Maka karena kedangkalanmu itu engkau tak bisa menyaksikan perbuatan
Allah disebalik perbuatan orang lain yang memukulmu.
Timbullah
dendam, sakit hati dan benci yg bersemayam dalam hatimu. sama halnya dgn
suatu hubungan rumah tangga yang berantakan, itu semua adalah
"penagihan hutang" dan engkau tak memandang perbuatan Allah
disebaliknya, tapi yg engkau pandang perbuatan suamimu yg kurang baik
dimatamu.
lalu hidupmu dipenuhi benci dan dendam, sesal hati, walau engkau ingkari hal itu dengan mulutmu.
Setiap kebencian itu akan membuat ruhmu galau dan gelap gulita. Ketika
engkau mati dalam keadaan seperti itu, engkau akan mati membawa
kebencian dan dendam pada orang. ruhmu akan menjadi DEMIT gentayangan,
tak mencapai nirwana tinggi, dan kesempurnaan. Tak akan mencium bau
surga ruh2 yang masih menyimpan benci dendam kpd orang lain.
Jika engkau memang sudah bisa memahami dan mengerti bhwa semua itu
adalah akibat dari penagihan2 dariNYA atas laku perbuatanmu sendiri,
atau hutang tinggalan nenek moyangmu. Maka tak perlu lagi menyalahkan
orag lain atas segala nasib buruk dan apesmu sendiri. Cukup engkau
sadari saja dalam hati, "ini adalah hasil perbuatanku sendiri, mungkin
dahulu akupun menyakiti orang lain walau aku tdk menyadarinya". Maka
kesadaranmu akan membimbingmu untuk bisa NRIMO dan ikhlas menghadapi
semuanya.....
"TERIMA SAJA JATAHMU, DAN JANGAN SEKALI-KALI CARI KAMBING HITAM LAIN DILUAR DIRIMU"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar