Dahulu
nabi Ibrahim as pun melakukan "perjalanan" spiritual dalam mencari
TUHAN. titik demi titik difahami. berkali-kali "salah kesimpulan" dan
sesat, mengira matahari sbg TUHAN dsb. terus jatuh terpeleset dan
bangkit kembali, sampai menggapai kesimpulan akhir yang final dan
mantap. Demikianlah suatu perjalanan itu, umpama seorang anak kecil yang
belajar berkendara, jatuh bangun dan berkali-kali terluka sampai akhirnya mahir berkendara.
Seorang salik pun demikian, tidak ada salik yang tidak tersesat-sesat
terlebih dahulu dalam perjalanannya menggapai pengertian hakiki tentang
TUHAN. Yang banyak ada, hanya salik yg "tidak merasa tersesat", bahkan
hampir semuanya spt itu, hanya "merasa" saja adanya, padahal masih
sesat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar