Selasa, 29 Oktober 2013

Semuanya tidak ada yang kebetulan,

Tidak ada satupun "kejadian", walau itu hal kecil, walau hanya sebesar zarrah, yang terjadi secara kebetulan. Semuanya tidak ada yang kebetulan, telah ada dalam rancanganNYA. Seorang salik mesti teliti, jangan menganggap enteng atau remeh meski perkara2 kejadian yang nampaknya sepele. Seorang salik harus selalu memperhatikan dengan seksama, sebab semua kejadian2 itu adalah "pesan2" TUHANMU kepadamu.

Engkau yang senantiasa menganggap remeh banyak hal adalah orang yang tiada waskita dan waspada, ibarat permainan bola engkau memiliki banyak sekali celah, dan celah2 itu dalam hidupmu akan dipenuhi iblis.

Fungsimu adalah untuk memahami setiap pesan2 itu, menangkap sari patinya, gelora api semangatnya dari pesan TUHANmu, lalu meneguk setiap tetesan ilham dariNYA. Sekali lagi ingatlah, jangan pernah gegabah dan anggap remeh sesuatu yang nampak sepele itu. Setiap kejadian adalah pesan dariNYA, dan ada maknawiah yang super tinggi menyertainya. Hanya difahami oleh orang2 yang memang waskita dan waspada.

Dari kebiasaanmu yang ceroboh dan menganggap sepele banyak hal, bisa dipastikan engkau akan kandas dalam perjalananmu. Dan mereka2 yang kandas tak akan mencapai tempat tinggi, melainkan hanya hayalan mereka saja, sebenarnyalah diputar-putar oleh setan dan angan2 mereka sendiri tentang alam tinggi.

Ikhlas

Ikhlas adalah perihal yang abstrak sebab ikhlas yg sesungguhnya bukanlah "merasa ikhlas" itu, sebagaimana difahami orang umum, namun ikhlas adalah rahasia TUHAN, yg hanya diberikanNYA kepada kekasih2NYA saja.

Ikhlas bukanlah ketika engkau "merasa ikhlas" dalam perbuatanmu, namun ketika engkau sudah tiada merasa berbuat barang sedikitpun kebajikan sdng engkau adalah org yg sebenarnya telah banyak berbuat kebajikan. Ikhlas umpama debu ditelapak tangan yg dihembus angin, tiada membekas sama sekali, kosong mlompong.

"Lupakanlah semua amal kebaikanmu, sebab engkau tetap saja tidak ikhlas ketika masih mengingatnya, anggap saja sedang kencing, selesai berbuat tak pernah dikenang2 lagi"

Tabiat laki-laki dan wanita

Laki2 cendrung mempergunakan menumpukan diri pada pandangan akal, lalu memandang segala suatu hal dengan untung rugi atau imbal balik, "saya beri ini, tapi saya minta itu". Itu adalah cara kerja dari tabiat dasar laki2. Umumnya mau melakukan sesuatu asalkan ada imbal baliknya yg menguntungkan mereka.

Sedang wanita cendrung mempergunakan perasaan hati sebagai faktor penilai. Memandang sesuatu hal itu dalam perasaan yg sederhana, "bikin senang atau tidak, bikin bahagia apa tidak. Asal sesuatu membuat mereka senang atau bahagia, maka wanita umumnya mau melakukannya.

Dari kecendrungan jiwa yg beda itulah bisa timbul hubungan simbiosis mutualisme, yaitu saling menguntungkan antara keduanya melalui kompromi. Umumnya lelaki akan mau memberikan banyak hal kepada wanita, tapi mereka juga minta imbalan, sedang wanita akan mau memberi imbalannya asal mereka dibikin senang. Hubungan antara lelaki dan wanita semacam ini umumnya akan berantakan jika kedua faktor tak terpenuhi, dimana lelaki tidak mendapatkan imbalan yg memadai atau memuaskan mereka, dan wanita tak mendapatkan kesenangan atau kebahagiaan yg mereka dambakan.

Shirotol mustaqim

Shirotol mustaqim
=========================

Yang dimaksud jalan yang lurus adalah jalan mana yang terdekat dan termudah bagi seseorang untuk wushul menuju Allah. Adalah keadaan insan itu berbeda-beda. Maka dalam keragaman keadaan inilah setiap orang memiliki kapasitas dan kemampuan yang berbeda pula. Saudara mesti mengenali situasi dan kondisi masing-masing, dan keadaan masing2.

Sebagai contohnya, ada yg kaya dan ada pula yang miskin. maka yg jalan terdekat dan paling lurus bagi si kaya dan miskin itu pula berbeda. Yang kaya, maka jalan terdekat kepadaNYA adalah melalui syukur dan wujud2 syukur itu didzahirkannya dalam banyak bersedekah dan menolong orang yang susah. bagi yang miskin jalan yang paling dekat dan lurus itu adalah melalui banyak2 bersabar dan qona'ah, menerima keadaan dan kekurangannya dgn baik.

Bagi yang pandai, jalan yg paling lurus baginya adalah memanfaatkan kepandaiannya bagi banyak umat manusia. Bagi yang bodoh, jalan yang paling lurus baginya adalah belajar dan belajar menuntut ilmu agar bisa menjadi pandai dan bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Mana jalan yang terdekat bagimu menujuNYA, itulah jalan yg lurus bagimu, untuk engkau tempuh. Adalah keadaanmu masing2 itu berbeda-beda. Bebanmu masing2 pun beda-beda, dan Allah hanya membebanimu berdasarkan kemampuan optimalmu untuk menerima beban.

Berlari apa yang engkau kejar???......Diam apa pula yang engkau tunggu???.......

Berlari apa yang engkau kejar???......
Diam apa pula yang engkau tunggu???.......
=========================
Berlari apa yang engkau kejar???...... Berkali kukatakan padamu, Allah itu tidak akan bisa engkau kejar-kejar untuk mencapaiNYA.

Diam apa pula yang engkau tunggu???....... Jangan pula engkau berdiam diri menunggu hidayahNYA.

Namun berjalanlah, berjalan menuju kesadaran Ketuhanan yang tinggi. mungkin dalam perjalananmu engkau menemukan setitik demi setitik embun pagi yang menyehatkan ruhanimu. mungkin dalam perjalananmu engkau menemukan secercah cahaya terang itu.

Sadari adanya Allah itu dalam hukum waktuNYA itu, DIA dibelakangmu, DIA besertamu, dan DIA juga didepanmu. dibelakangmu, DIA mengetahui segenap rahasia masa lalumu, besertamu, DIA mengetahui apa yg sedang engkau batinkan, di depanmu, DIA mengetahui apa yg akan engkau fikirkan dan rasakan.

Sadari pula dalam hukum ruangNYA, ALLAH itu didalammu, ALLAH itu berhimpit denganmu, dan ALLAH pula diluarmu. Bahwa DIA ada dimanapun engkau ada, dan DIA pula tidak ada dimanapun engkau ada.

Makrifat adalah tentang "BENIH", benih dari kesadaran Ketuhanan itu. Yang mana segala ibadah akan tertolak tanpa adanya benih kesadaran Ketuhanan yang tinggi.

Diri inilah wajah wujud tunggal, yang Laa syarikalah, yang tiada berserikat, satu wajah wujud tunggal, yang ditempati 2 kesadaran sekaligus. kesadaran Robbaniah dan kesadaran insaniah. TUHAN dan makhluk, adalah satu wajah dua kesadaran.

"Sebagaimana dirimu, seperti itulah AKU".

Semuanya barang "pinjaman"

Semuanya barang "pinjaman", tak ada milik kita pribadi. Mungkin saja setiap "barang pinjaman" itu segera dimintaNYA kembali. Jika ada yg berharga, nyawa adalah barang pinjaman paling berharga. Dipinjami, tentu ada konsekuensinya, karena memang tidak ada yg benar2 gratis, selalu ada hitung2an yg menyertainya. Hal seminim-minimnya bagi seorang manusia, adalah tidak menganiaya atau mengganggu atau merugikan orang lain. Dosa terhadap manusia lainnya itu lebih susah ketimbang dosa kepada ALLAH, sebab belum tentu engkau akan menjumpainya lagi didunia ini setelah engkau menggores dosa kepada orang lain dan belum tentu sebuah permintaan maaf akan bisa diterima orang lain. Adapun dosa kepada ALLAH, engkau masih bisa minta ampun dimanapun dan kapanpun selagi engkau masih hidup.

Setiap jengkal tubuhmu telah makrifatullah,Hanya qolbumu saja yg tertutup dari makrifatullah.

Sebagaimana engkau sudah biasa merasakan asin, sebenarnyalah setiap sel2 tubuhmu ataupun setiap jengkal tubuhmu telah makrifatullah. matamu telah makrifatullah, hidungmu telah makrifatullah, tangan kakimu telah makrifatullah, telingamu telah makrifatullah.

Hanya qolbumu saja yg tertutup dari makrifatullah........ itulah nyata bagimu semua........