Minggu, 16 November 2014

Saya pernah dengar, ada hasil tes DNA yang pernah dilakukan peneliti, menunjukkan adanya kesamaan genetik antara orang arab, israel dan bani jawi (Indonesia)


Masa kecil ibrahim as berada di irak. didaerah yang dahulu disebut "babilonia". raja babilonia bernama namrud. sampai sekarang peninggalan babilonia masih ada, Ibrahim kemudian hidup mengembara untuk mencari Tuhan. Bakkah (Mekah) hanyalah salah satu tempat singgah dalam pengembaraannya.

Saya pernah dengar, ada hasil tes DNA yang pernah dilakukan peneliti, menunjukkan adanya kesamaan genetik antara orang arab, israel dan bani jawi (Indonesia). ada kemungkinan Ibrahim as pernah sampai ke Indonesia dan menikah lagi, serta memiliki keturunan yang menurunkan orang Indonesia.

Konon nama wanita yg dinikahi ibrahim as dan melahirkan bani jawi, adalah siti Keturoh, tapi sayang sumber sejarah tak memadai, utk bs memastikannya. selain dari penelitian genetis (DNA), bangsa arab, israel dan bani jawi (Indonesia), hanya sekedar memperoleh adanya kesamaan2 ciri2 genetis yg merupakan indikasi satu nenek moyang.

Kamis, 13 November 2014

Tampaknya banyak yg tidak bisa membedakan antara filsafat/teosofi dengan kesufian

Tampaknya banyak yg tidak bisa membedakan antara filsafat/teosofi dengan kesufian. baiklah kita ulas sedikit tentang hal tersebut biar gamblang dimana bedanya. Filsafat/teosofi itu adalah ilmu yang mempelajari tentang segala sesuatu yang ada. filsafat itu melandaskan pd berfikir/tafakur, trhadap realitas2 yg nampak dialam semesta ini utk mencari suatu hikmah/pelajaran ataupun kesimpulan.

Sedang kesufian itu berbeda, meski dalam kesufian mmng ada sisi yg sama dgn filsafat, yaitu sisi tafakur dan merenungi segala ciptaan yang ada. dan jg bnyk melahirkan filosofi-filosofi hidup. Perbedaannya, dlm kesufian tafakur bukanlah hal utama, yg utama adalah menuju penyucian batiniah. Dlm hal penyucian batiniah ini, ada aktifitas2 'olah batin' atau 'olah rasa' yang terdalam. 

Karena itu dunia Kesufian memanglah acapkali berhubungan dengan realitas-realitas dunia misteri (gaib) yg jauh dari daya tangkap akal.
Karena ada sisi yg sama itulah banyak org yg tidak faham mengira kesufian sebagai filsafat/teosofi, sungguh jauh panggang dari api terhadap pemikiran semacam itu.

Selasa, 11 November 2014

Ketika seseorang telah mengerti dan memahami maksud dan tujuan adanya dirinya


Ketika seseorang telah mengerti dan memahami maksud dan tujuan adanya dirinya, ia akan menyingkirkan setiap batu2 yg berada di jalan yg akan dilalui org2, tanpa prlu lg brtanya "mengapa hrs saya lakukan?", ia akan menyisihkan sbagian dari rizkinya dan memberikan pd mrk yg membutuhkan, tnpa perlu brtanya "apa balasan/pahalanya?", ia akan menolong siapa saja yg membutuhkan prtolongannya, tnpa perlu lagi brtanya, "apa imbalannya?". Ia akan menjadi Qur'an yang berjalan dan memancarkan segenap keindahanNYA.....

Yang disebut ilmu bukanlah apa yang kukatakan padamu, tetapi apa yang engkau lakukan dalam lelakumu

Yang disebut ilmu bukanlah apa yang kukatakan padamu, tetapi apa yang engkau lakukan dalam lelakumu. Walaupun engkau membaca hikam 1000x sampai berbusa mulutmu, semuanya adalah sia-sia dan percuma saja tanpa lelaku. Lelaku itulah ilmu yang sesungguhnya, karena "ngelmu iku kalakone kanti laku" (ilmu adalah lelaku itu sendiri). Lelaku inti dalam ilmu Ketuhanan itu adalah pengendalian hawa nafsu, untuk mampu mengalahkan dan menundukkannya. Harus banyak-banyak tirakat, kuat lapar dan kuat melek malam, wening dan dzikir sbg ibadah utama. Hampa, kosong, ora ono opo-opo....... langsung terbang tinggi saja, embuh ora ngerti sampai mana...... jadilah penduduk langit, migrasi ke alam baka, alam kelanggengan..... *cling

Kalaulah setan itu jelas2 terkutuk "mengapa tidak dimusnahkan saja sama Allah dari dulu2???

Orang pada heboh dgr berita ttg pelecehan nabi, pd ngobrol sana-sini, saya dgr malah senyam-senyum saja. Kalaulah setan itu jelas2 terkutuk "mengapa tidak dimusnahkan saja sama Allah dari dulu2???" biar tdk mempengaruhi manusia berbuat buruk, itu pertanyaannya. sebenarnya setan itu juga "petugasnya Allah", sama seperti malaikat, mrk sama2 petugas, tapi beda fungsi saja. Kalau mau marah atau menyalahkan ya salahkanlah yg menciptakan setan saja, langsung salahkan Allah saja.

Semua itu, hanyalah jalan cerita saja, lika-liku hidup, dinamika hidup saja, saya memilih memandang kepada sebabnya sebab saja, Allah ta'ala, tdk mmandang kpd malaikat ataupun setan sbg pion2 kecil saja. buat apa mutar-muter. Allah berbuat sesukaNYA saja, tanpa aturan, kita yah terima dgn senang dan tenang saja, pd akhirnya, semua tetap menjadi baik sebaik penerimaan kita saja ataupun menjadi buruk, seburuk penerimaan kita jg. 

Baik dan buruknya itu tergantung "penerimaan" kita saja, kita terima dgn baik yah jd baik, kt terima dgn buruk yah jd buruk. mana ada yg buruk kalau segala sesuatu diterima dgn baik???..... neraka saja baik, kalau kita terima dgn baik, surga jg buruk kalau kt terima dgn buruk.

Minggu, 09 November 2014

akhir itu lebih baik dari awal



Al akhiru khoirumminal 'ula.... akhir itu lebih baik dari awal.... apa yang berlaku di masa depan adalah lebih bernilai dan berarti daripada apa yang sudah berlalu dimasa lalu....

Tatkala mempertanyakan hal hal yang berlalu, maka tidak ada habisnya waktu menjadi sia sia..... sedangkan hal lalu adalah bayangan..... bagaimanapun bayangan akan membawa gelap hati.....
Hidup sebagai adanya, sebagai mana mestinya hidup....

"Walau engkau bergerak menuju cahaya, dipunggungmu akan selalu ada bayangan hitam".... sesuatu yang harus diterima sebagai kenyataan.... bukan dipermasalahkan.....

Jumat, 07 November 2014

Kehidupan akan mencari bentuk paling sempurna......

Kehidupan akan mencari bentuk paling sempurna...... dari satu titik, hidup akan mengalir menuju titik berikutnya..... tiada yang salah dari hidup, selayaknya tiada yang salah dari kelak kelok aliran sungai yang mengalir menuju Muara samudra.......